Batang, Jawa Tengah, Dtik Informasi news.com,— Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali guncang Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ratusan korban yang terdiri dari siswa SD, anak TK/PAUD, hingga sejumlah wali murid dilarikan ke fasilitas kesehatan usai mengonsumsi paket makanan yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026).
Penanganan darurat berpusat di Puskesmas Bawang. Namun, akibat lonjakan jumlah pasien yang terus berdatangan hingga Rabu (23/9/2026) petang, kapasitas puskesmas tidak mencukupi sehingga sebagian korban harus dirujuk ke RSUD Limpung, RSUD Kalisari Batang, dan RS QIM.
Wakil Bupati Batang, Suyono, menyebutkan bahwa data korban masih bergerak dinamis. Diperkirakan 176 hingga 244 anak terdampak kejadian ini, dengan 32 anak di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kalisari Batang.
Beberapa sekolah yang terdata terdampak antara lain SD Negeri 3 Bawang, SD Pasusukan, serta TK/PAUD Al Ikhlas, Harapan Bunda,
dan Pertiwi. Wali murid yang turut menjadi korban dilaporkan mengonsumsi sisa bekal makanan anak mereka. Menu MBG yang dibagikan hari itu terdiri dari telur bolognese, sayur, tahu mendoan, dan buah anggur.
Dapur Ditutup Sementara, Sampel Diuji Lab
Dugaan awal mengarah pada bahan telur, meski Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang menegaskan bahwa kepastian penyebab masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang telah diambil.
Sebagai langkah tegas,
Pemerintah Kabupaten Batang telah menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bawang yang dikelola Yayasan Bela Batang Sejahtera. Pemkab menegaskan jika SPPG terbukti menyalahi aturan, operasionalnya akan ditutup secara permanen. Dugaan evaluasi mengarah pada lemahnya penerapan SOP, seperti makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang tanpa penyimpanan dingin yang memadai.
Kejadian Berulang yang Meresahkan
Tragedi di Bawang ini menjadi sorotan tajam karena bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Batang. Kasus serupa sebelumnya pernah mencuat pada April 2025 dan Oktober 2025.
Secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat angka yang fantastis: hingga September 2026, tercatat sekitar 50 ribu korban keracunan MBG selama 20 bulan program ini berjalan. Kejadian berulang ini kian mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem pengawasan dan SOP distribusi makanan di lapangan.
Penulis : H. Saladin
Editor : OYO
dibaca
Posting Komentar