SURABAYA-|| Kekuatan organisasi bukan pada namanya, melainkan pada manfaat yang ditaburkannya di tengah masyarakat.
"Semangat kepedulian terus tumbuh dan berakar di tanah Kecamatan Simokerto. Dalam suasana hangat yang dibungkus keakraban, Ketua DPAC Madas Sedarah Simokerto, Matnafi, bersilaturahmi bersama tokoh masyarakat H. Niman pada Sabtu (19/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kediaman beliau ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan percakapan hati yang menyamakan langkah demi kebaikan bersama, ditemani secangkir kopi dan harapan yang tulus. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Ms Iput dari Media Warta Hukum.
"Kehadiran kita harus terasa, bukan sekadar terlihat. Tangan yang mengulurkan bantuan adalah wajah terindah dari sebuah organisasi."
Di hadapan tokoh masyarakat, Matnafi memaparkan visi yang sederhana namun luhur. menjadikan kepedulian sosial dan kemanusiaan sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa Madas Sedarah hadir bukan untuk kesibukan sendiri, melainkan untuk menjadi solusi bagi sesama. Pintu kerja sama dibuka selebar-lebarnya, dengan TNI, Polri, pemerintah kelurahan, hingga jajaran Kecamatan, karena kebaikan akan semakin kuat jika dijalin bersama.
"Tegas dalam prinsip, rendah hati dalam pergaulan. Itulah wajah kepemimpinan yang dicintai rakyat."
Di balik ketegasan menyampaikan gagasan, Matnafi dikenal sebagai sosok yang terbuka, santun, dan merendahkan diri, sifat yang justru membuatnya dihormati. Hal ini diapresiasi tulus oleh H. Niman. "Misi sosial ini wajib kita dukung. Pemimpin memang harus tegas, namun juga rendah hati dan mampu merangkul semua pihak," ujar beliau penuh harap. Semangat ini, katanya, harus tumbuh menjadi kenyataan yang dirasakan langsung oleh warga.
"Ketika tangan bergandengan, beban menjadi ringan dan harapan menjadi nyata."
Silaturahmi ini menjadi awal yang indah: merajut benang kebersamaan antara organisasi, tokoh masyarakat, media, pemerintahan, dan aparat keamanan. Dengan fondasi sosial yang kokoh, Madas Sedarah Simokerto diharapkan terus hadir, menjaga kedamaian, dan menumbuhkan semangat gotong royong, karena perubahan yang sejati bermula dari kepedulian yang tulus, dijalankan bersama-sama, untuk kebaikan kita semua.
(Samjaya)
dibaca
Posting Komentar