Sampang-Dtik informasinews.com, Bukan dinding yang menjadikan tempat itu bermartabat, melainkan pelayanan yang menyejukkan dan keadilan yang dirasakan setiap jiwa."
Sebuah tekad luhur tumbuh di tanah Sampang: menyapu kesan yang suram, membangun wajah yang terhormat, dan menghadirkan pelayanan yang memanusiakan manusia. Di bawah pimpinan Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Sampang, Agus Budianto, perubahan nyata kini berjalan tegak membenahi fisik, menata tata kelola, dan menanamkan semangat bahwa setiap warga yang datang berhak diperlakukan dengan hormat.
"Perubahan bermula dari niat yang tulus; bangunan diperindah agar dihormati, pelayanan ditingkatkan agar dicintai."
Pembenahan infrastruktur menjadi langkah pertama yang dipacu. Visi sederhana namun bermakna: agar Rutan Sampang tampil setara, layak, dan membanggakan di samping instansi pemerintah lainnya. "Bagaimana kita bisa mensejajarkan diri agar Rutan Sampang tampil lebih eksis dan bermartabat?" ujar Agus, mengungkapkan harapan yang hidup di setiap langkah pembenahan yang dilakukan.
"Pelayanan yang baik adalah jembatan yang menghubungkan harapan keluarga dengan ketenangan hati."
Salah satu wujud nyata yang kini diperjuangkan adalah gedung pelayanan publik terpadu di area depan rutan. Selama ini, keterbatasan ruang membuat keluarga warga binaan yang datang membesuk harus menunggu dalam ketidaknyamanan. Gedung baru ini hadir sebagai jawaban. Sebuah ruang yang dirancang khusus, agar setiap kedatangan disambut layak, setiap antrean tertata rapi, dan setiap pertemuan berlangsung dengan suasana yang manusiawi dan penuh penghormatan.
"Keterbatasan bukan penghalang cita-cita; sinergi dan ketulusan adalah jembatan menuju perubahan."
Di tengah tantangan anggaran yang terbatas, semangat tak pernah surut. Agus Budianto meyakini bahwa melalui kerja sama yang erat — baik dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM maupun para pemangku kepentingan — cita-cita ini dapat diwujudkan. "Bantuan dan dukungan dari luar sangat kami harapkan, asal dijalankan sesuai prosedur dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban di dalam rutan," tegasnya, membuka pintu kolaborasi dengan penuh kebijaksanaan.
"Ketika pimpinan bertekad dan masyarakat peduli, perubahan bukan lagi mimpi — melainkan kenyataan yang tumbuh bersama."
Langkah mulia ini pun mendapat apresiasi tulus dari Ketua Umum Komite Peduli Bersama (KP2TRAN), Sahuri, beserta seluruh jajaran pengurus. Sinergi antara lembaga yang berbenah dan masyarakat yang peduli menjadi bukti nyata: perubahan yang sedang berlangsung bukan sekadar cat di dinding atau atap yang baru, melainkan benih harapan yang ditanam bersama, demi wajah pelayanan yang makin indah, di tanah Sampang yang kami cintai.
( Saladin&Sauri )
Editor: SAMJAYA
dibaca
Posting Komentar