Surabaya-|| Warga Pengampon Gang 9, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, menyajikan keindahan dan semangat luhur dalam pentas seni budaya, digelar penuh sukacita pada Sabtu kemaren,
Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebuah perayaan yang tak sekadar seremoni, melainkan perwujudan cinta budaya dan kebersamaan yang menyentuh hati.
(26/8/2026)
Di tengah deretan penampilan yang memukau, satu sosok menyita perhatian hadirin: Muhammad Rayyan Zaini Muslih, putra terhormat jurnalis Musthofa dari media Kejamrealita.net.
Dengan anggun dan gagah, Rayyan tampil membawa karakter legendaris Pak Sakera dalam balutan busana adat Madura yang memancarkan keagungan tradisi.Sebuah penampilan mempesona yang menambah pesona khas Nusantara di panggung tersebut.
Kemeriahan pun kian lengkap berkat kehadiran mulia Om Ilur dan Tante Ziah, para seniman terpuji yang dikenal luas sebagai Sanjungan Jiwa.
Kehadiran mereka bagai embun penyejuk yang memperindah suasana, menebarkan nuansa budaya Madura yang agung sekaligus membuktikan bahwa pelestarian tradisi tetap hidup dan dijaga kemuliaannya di tengah masyarakat.
Pak Akhsan, Ketua RT 09/RW 10, memberikan dukungan penuh dan apresiasi yang mendalam atas kegiatan yang memuliakan anak-anak dan warga ini. Beliau menandaskan, seni budaya adalah jembatan emas persatuan, merajut kebersamaan sekaligus membuka jalan luas bagi bakat generasi muda untuk bersinar.
Tak terlupakan pula pengabdian tulus para penggerak Karang Taruna: Om Fahru, Om Agus, Tante Siti, dan Tante Nur Aisyah, yang sabar mendampingi dan membimbing anak-anak hingga tampil gemilang di atas panggung.
Peringatan kemerdekaan di sudut Surabaya ini menjadi teladan yang elok: kemerdekaan bukan hanya dirayakan, melainkan diperkaya dengan warisan luhur nenek moyang. Melalui pentas ini, terlihat nyata antusiasme warga yang begitu tulus, Membuktikan seni dan budaya senantiasa bersemayam di sanubari masyarakat.
" Semoga harmoni dan gotong royong nan indah ini terus terpelihara, menurunkan benih-benih cinta budaya kepada generasi penerus yang kelak akan mewarisi keagungannya.
(Samjaya)
dibaca
Posting Komentar