Viral Medsos, MBG di Sampang Vidio Menampilkan Belatung Hidup Dalam Sayur Terong, Memicu Kemarahan Masyarakat Sampang.




SAMPANG – Kasus mengerikan kembali mewarnai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang. Video yang menampilkan belatung hidup di dalam sayur terong pada menu yang disajikan viral di media sosial dan memicu kemarahan luas orang tua serta masyarakat. Insiden ini terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026, di SMP Negeri 1 Sampang.
 
Berdasarkan pantauan, paket makanan tersebut disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunung Sekar yang berada di bawah Yayasan Bakti Desa Nusantara, beralamat di Jalan Kramat, Kelurahan Gunung Sekar. Kualitas dan kebersihan penyajian yang dijanjikan kini menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat.
 
Ketika dikonfirmasi, Kepala SPPG Gunung Sekar, Rifaldy, menyampaikan permohonan maaf namun pernyataannya dinilai banyak pihak terkesan membenarkan diri. “Saya sudah menerima informasi terkait video tersebut. Namun terong yang diolah sudah melalui proses pemanasan, di mana belatung seharusnya mati pada suhu di atas 50 derajat celcius. Kami juga memiliki dokumentasi saat pengolahan,” ujarnya.
 
Ia menambahkan telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan menyatakan hanya ditemukan satu ekor belatung pada bagian terong saja, sedangkan lauk lain tidak berbau dan aman dikonsumsi.
 
Pernyataan tersebut justru semakin menuai kritik. Masyarakat menilai jika pengolahan benar-benar higienis dan sesuai standar, mustahil masih ada belatung yang tersisa. “Ucapan tidak sejalan dengan fakta yang terlihat di lapangan,” tegas salah satu orang tua siswa.
 
Kekecewaan warga juga bukan hanya soal kebersihan makanan. Warga sekitar lokasi SPPG mengeluhkan bahwa tidak satu pun tenaga kerja yang diambil dari warga setempat. “Semua pegawainya orang luar. Kenapa harus didirikan di sini jika tidak menyerap tenaga kerja anak kampung?” keluh warga.
 
Warga pun dengan tegas menyuarakan harapan agar lembaga tersebut dipindahkan atau ditutup saja. “Selain makanannya tidak layak dan menjijikkan, keberadaannya di sini tidak memberi manfaat bagi warga sekitar. Lebih baik dipindahkan atau dibubarkan saja,” tandas warga.
 
 (H.Saladin)
Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama