Kasus Narkoba Landa RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang: Dokter Sedang Rehabilitasi Kembali Terjaring, Manajemen Tegaskan Zero Toleransi

 
SAMPANG – Dugaan penyalahgunaan narkotika kembali menodai lembaga pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang. Satresnarkoba Polres Sampang berhasil mengamankan empat orang dalam satu operasi, di antaranya seorang dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang berinisial M, dua juru parkir, serta satu petugas satpam, yang diduga terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
 
Selain mengamankan keempat tersangka, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti narkotika. Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri jejak pemasok hingga jaringan peredaran yang diduga melatarbelakangi kasus ini.
 
Kasatresnarkoba Polres Sampang, Iptu Yuda Julianto, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menegaskan penyidik saat ini masih mendalami seluruh perkara, termasuk asal-usul peredaran narkotika yang digunakan oleh para tersangka.
 
Fakta yang mengundang tanda tanya besar, dokter berinisial M diketahui sebenarnya sudah menjalani proses rehabilitasi di RS Menur Surabaya sejak Mei 2026. Namun di tengah masa pemulihan yang belum tuntas, ia kembali terjaring dalam operasi yang sama. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas proses rehabilitasi yang dijalani, serta menuntut penjelasan lebih rinci dari aparat penegak hukum.
 
Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Andy A. Hasan, membenarkan identitas dokter yang terlibat. Ia menegaskan seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
 
“Saat ini saya belum menerima informasi lengkap dari kepolisian, proses hukum masih berjalan,” ujar Andy saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
 
Manajemen rumah sakit dengan tegas menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika. Siapa pun pegawai yang terbukti bersalah lewat proses hukum, akan dikenakan sanksi paling berat hingga pemutusan hubungan kerja.
 
“Kami tidak memberi ruang bagi pengguna narkoba. Segera setelah dinyatakan positif oleh kepolisian, yang bersangkutan akan kami berhentikan dari tugasnya,” tegas Andy.
 
Sebagai langkah pencegahan menyeluruh, rumah sakit sudah melaksanakan tes narkoba terhadap seluruh pegawai, dengan sampel diperiksa di RS Bhayangkara. Pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala guna menjamin lingkungan pelayanan kesehatan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika.
 
Hingga berita ini diterbitkan, Satresnarkoba Polres Sampang masih terus memperluas penyelidikan guna mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas terkait kasus ini.

(Team H.Saladin)
Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama